jump to navigation

Alasan PMA &Strategi/Cara PMA Thursday, January 29, 2009

Posted by F_Ribery in bisnis internasional.
trackback

Tujuan PMA

Bagi perusahaan penanam modal: memperoleh keuntungan dari modal yang ditanamkan, menjalankan operasi perusahaan sesuai strategi dan struktur di lokasi yang relative tidak beresiko.

Bagi Negara tempat modal ditanamkan: keuntungan bagi perusahaan partner, lingkungan dan terserapnya tenaga kerja.Tetapi perlu dipertimbangkan dampak langsung atau tidak langsung bagi berbagai aspek seperti lingkungan, ekonomi ,budaya setempat,dll.

Jenis PMA

1. Investasi portfolio: membeli saham asing, bonds atau bentuk sekuritas lainnya dgn mengharapkan returns dalam bentuk dividend, bunga, peningkatan modal,

Dapat dilakukan oleh perusahaan, individu, kelompok atau lembaga.

2. Investasi langsung (FDI) ; melibatkan komitmen managerial dalam operasional perusahaan di luar negeri selain dari arus modal, Bantuan tekhnologi, keahlian, mesin maupun peralatan seringkali menjadi bagian dari FDI.

Alasan memasuki pasar LN

1. Menciptakan pasar baru

a. karena kejenuhan pasar dalam negeri

b. PTA preferential trading arrangement :perjanjian pasar bebas pada kelompok negara anggota, tetapi tetap menerapkan restriksi pada negara diluar anggota PTA

c. karena GNP neg lain meningkat,pasar tumbuh

d. komunikasi lebih baik (tepat waktu)

2. Memperoleh laba yang lebih besar

  1. Penerimaan yang lebih besar (karena saingan lebih sedikit)
  2. Biaya barang yang dijual lebih rendah
  3. Keuntungan lebih tinggi dari expor

3. Pasar percobaan

4. Melindungi pasar domestik

5. Mengikuti pelanggan keluar negeri

6. Menyerang pasar dalam negeri pesaing

7. Menggunakan produk luar negeri untuk menekan biaya

8. Growth Triangles sekelompok negara yang berdekatan scr geografis ,saling melengkapi kebutuhan produksi

9. Adanya zona bebas expor

10. Melindungi pasar perusahaan di luar negeri (misal,krn pembatasan barang impor,tetapi jika diproduksi di negara tsb,menjadi ‘barang lokal’)

11. Kekurangan valuta asing

12. Produksi lokal oleh pesaing

13. Menguasai Pasar Hulu-hilir

14. Proteksionisme

15. Jaminan pasokan

16. Mengambil alih teknologi dan pengetahuannya

17. Diversifikasi geografis

18. Memuaskan keinginan manajemen untuk melakukan ekspansi

Cara memasuki pasar luar negeri

a. Trade :Export, Subcontracting, Countertrade

b. Transfer: Turnkey project, Licencing, Franchising

c. Penanaman Modal langsung:

Pemilikan Perwakilan scr utuh

Joint venture

Contract Manufacturing

Management Contract

Export

Menjual barang /jasa produksi regular ke luar negeri

Investasi kecil (relatif,sesuai kebutuhan) dan resiko relatif lebih kecil dari bentuk penanaman modal lainnya.

Keuntungan:dapat mencapai berbagai lokasi didunia dan dapat memperoleh pengalaman –kurva ekonomi

Kerugian: Tingginya biaya transportasi,restriksi perdagangan,problem dgn agen lokal

Jenis export:

a. tidak langsung melalui berbagai jenis lembaga pengexpor(melalui agen manufaktur,agen komisi expor,pedagang expor,perusahaan internasional)

b. Langsung: export barang/jasa dilakukan oleh perusahaan itu sendiri.

Bekerjasama dengan agen di luar negeri yang ditunjuk,distributor,perusahaan pelaku perdagangan

Subcontracting

Pabrik di negara berkembang membuat produk sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan perusahaan dari negara maju,dan mengirim produk ke perusahaan pemesan untuk dipasarkan

Countertrade

Perdagangan internasional dimana sebagian dari pembayarannya bukan berupa uang dalam currency yang berlaku internasional.

Ada beberapa jenis countertrade:1.counterpurchase,2.kompensasi,3. barter,4.switch,5.offset,6.clearing account

Turnkey project

Suatu bentuk export teknologi,keahlian manajemen,dan pada kasus tertentu peralatan modal

Kontraktor menyanggupi mendesain dan membangun pabrik,mensuplai teknologi proses,menyediakan bahan mentah dan input lainnya serta melatih tenaga kerja.Setelah masa uji coba, tempat/pabrik akan diserahkan kepada pembeli

Keuntungan:Memperoleh return/pendapatan dari keahlian2 teknologi proses yang dimiliki di negara2 yang terbatas PMAnya

Kerugian: -Menciptakan pesaingpesaing yang efisien -Dalam jangka panjang, kurang ‘exist’ di pasar .

Licencing

Memberi hak penggunaan “intangible property “ untuk suatu periode, dengan menerima royalty.

Bentuk-bentuk licencing: paten, copyright,trademark, formula,

Keuntungan: Biaya pengembangan dan resiko nya rendah

Kerugian:

  1. Kurang kontrol atas tekhnologi yang dipakai Licencee
  2. Tidak dapat memilih lokasi tertentu dan mendapat pengalaman skala ekonomi sendiri.
  3. Tidak dapat mengkoordinasi strategi secara global(karena keunikan masing2 negara/lokasi)

Franchising

Menjual intangible property (trade mark) tetapi lebih specific dgn aturan lebih ketat.

Keuntungan: Biaya pengembangan dan resiko rendah (krn sdh ‘dibentuk’ oleh Franchisor)

Kerugian: Tidak bisa mengontrol langsung (dari pusat),Sulit mengkoordinasi strategi global.

Wholly owned subsidiary (anak perusahaan yang dimiliki penuh perusahaan induk)

Jenis:

Mulai dari nol,membangun pabrik/lokasi usaha sendiri di negara lain (green field investment)

Membeli 100% saham usaha yang sedang berjalan

Membeli distributor suatu usaha, sehingga memperoleh jaringan yang cocok dgn jenis usaha perusahaan induk

Keuntungan:

– Tekhnologi terlindungi

Mampu mengkoordinasi strategi global

Dapat menentukan lokasi yang diinginkan serta mendapat pengalaman dari skala ekonomi

Kerugian:

– Biaya dan resiko tinggi.

Joint Venture

Suatu kerjasama dalam bisnis antara 2 organisasi atau lebih yang memiliki kepentingan sama.

Bentuk

– Perusahaan patungan antara MNC dan lokal

– Perusahaan patungan antara dua MNC di negara ketiga

– Perusahaan patungan antara agen pemerintah (biasanya dari negara tempat investasi akan ditanamkan) dan MNC

– Kerjasama anatara 2 atau lebih perusahaan dalam jangka waktu tertentu.

Keuntungan:

– Akses atas pengetahuan kondisi lokal dari partner

– Berbagi biaya pengembangan dan resiko

– Scr politis lebih diterima pemerintah

Kerugian:

– Kurang kontrol penuh pada tekhnologi

– Tidak dapat mengkoordinasi strategi global

– Tidak dapat memilih lokasi dan pengalaman skala ekonomi tergantung pada perkembangan usaha patungan tersebut

Contract Manufacturing

Suatu perusahaan menugaskan (mengontrak) perusahaan lain untuk memproduksi suatu jenis barang/jasa dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.Tanggung jawab pemasaran tetap dipegang perusahaan pemberi kontrak

Strategic alliances

Perjanjian kerjasama diantara pesaing (potensial maupun actual) baik dalam jangka pendek (misal : hanya dalam satu pengembangan produk) maupun dalam jangka panjang.

Contoh : Motorola + Toshiba untuk membuat microprocessor

Motorola( mengatasi kendala pasar Jepang )

Toshiba Share fixed cost dan Saling melengkapi keahlian yang dimiliki

Advertisements

Comments»

1. read - 1 - Tuesday, November 24, 2009

makasih mas bwat bahan tugasnya,sangat membantu saya dalam meneyelesaikan tugas kul.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: