jump to navigation

LINGKUNGAN SEKTOR PUBLIK Monday, November 17, 2008

Posted by F_Ribery in Akuntansi Sektor Publik.
trackback

Definisi sektor publik : adl entitas ekonomi yg memiliki ciri2 sbb :

a. Tidak mencari keuntungan financial

b. Dimiliki secara kolektif oleh public

c. Kepemilikan atas sumber daya tidak digambarkan dalam bentu saham yg dapat diperjualbelikan

d. Keputusan2 yg terkait dengan kebijakan maupun operasional didasarkan pada konsessus.

Kesamaan organisasi sektor publik dengan entitas ekonomi lainnya :

a. menggunakan sumberdaya finansial dan manusia, saling bertransaksi dan membutuhkan.

b. Menghadapi sumber daya ekonomi yg terbatas untuk mencapai tujuannya

c. Mempunyai pola manajemen keuangan yg sama dari perencanaan sampai pengendalian, dimana penggunaan akuntansi menjadi kebutuhan

d. Dalam beberapa hal mempunyai output produk yg sama misal DAMRI dan MAYASARI

Perbedaan sektor publik dan sektor swasta :

Sektor publik

Tujuan organisasi : kesejahteraan publik

Sumber pendanaan : pajak, retribusi, iuran

Peraturan/pertimbangan : perundangan yg berlaku

Sektor swasta

Tujuan organisasi : keuntungan

Sumber pendanaan : investasi dan hasil operasi

Peraturan/pertimbangan : untung/rugi

Secara teoritis, akuntansi sektor publik merupakan bidang akuntansi yg mempunyai ruang lingkup lembaga2 tinggi negara, pemerintah pusat, pemerintah daerah, yayasan, partai politik, perguruan tinggi dan organisasi2 non profit motif lainnya.

Akuntansi sektor publik , didefinisikan sebagai akuntansi dana masyarakat, yg selanjutnya dapat diartikan sebagai : mekanisme teknik dan analisis akuntansi yg diterapkan pada dana masyarakat.

Ruang lingkup organisasi sektor publik

Dalam prkateknya definisi organisasi sektor publik Indonesia adalah organisasi yg menggunakan dana masyarakat dan bersifat non profit oriented, seperti pemerintah pusat, pemda, parpol, lsm, yayasan, pendidikan, kesehatan dan tempat peribadatan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak tenaga kerja pada sektor ini dan bahwa sektor publik mempunyai pengaruh yg sangat besar dalam suatu negara.

Aspek Filosofi sektor Publik

Kontribusi sektor publik berkembng sesuai dgn permasalahan yg dihadapi. Semaik besar tenaga kerja yg diserap itu bukan hanya menjadi masalah yg harus dipecahkan , tetapi juga merupakan konsekwensi logis dari kebijakan publik. Kebijakan in didasarkan pada pendekatan filosofi sektor publik seperti customer approach, market concept, individualism dan self-relience, purchase/provider split, contract culture porfomance orieantation, konpensasi dan kondisi yg felksibel. Pilihan filosofi tersebut akan menyebabkan perbedaan kebijakan publik. Contoh perubahan dari orde baru ke orde reformasi, dari sentralisasi ke cenderung desentralisasi, dari sosial ke pendekatan pasar.

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: