jump to navigation

PROFESI AKUNTAN PUBLIK Saturday, November 8, 2008

Posted by F_Ribery in auditing.
trackback

Etika adl serangkaian prinsip atau nilai2 moral yg merupakan tuntunan menegnai perilaku,sipak dan tindakan yg diakui sehubungan dg suatu jens keguanaan manusia.

Kegunaan etika : sebagai petunjuk kongkrit tentang manusia harus hidup atau kebiasaan, kesadarn sebagaimana yg harus dilakukan manusia berdasarkan nilai dan moral.

Prinsip2 etika dari profesi akuntansi:

1.      Tanggung jawab profesi dimana setiap kegiatan anggota harus bekerja secara professional atau sebagai ahli auditing, accounting perpajakan,dan ekonom

2.      Prinsip kepentingan masyarakat artinya bahwa anggota berkewajiban memberikan pelayanan yg baik kepada masyarakat, mnghormati

3.      Integritas : mempertahankan dan memperlua keyakinan public ,para anggota harus menunjukkan seluruh tanggung jawab profesionalnya dg tingkat integritas tinggi

4.      Obyektifitas dan independensi : anggota harus mempertahankan obyektifitas dan terbebas dari konflik antar kepentingan dalam melaksanakan tanggung jawab profesionalnya.

5.      Due Care : seorang anggota harus memperhatikan stndar kenik dan etika profesi, selalu berusaha meningkatkan kompetensi dan kualitas jasa yg diberikannya, serta melaksanakan tanggung jawab professional sesuai dg kemampuan terbaiknya.

6.      Lingkup dan sifat jasa : harus memperhatikan prinsip2 pd kode etik profesi dflm menetukan lingkup dan sifat jasa yg akan disediakannya.

Independensi : setiap anggota harus memegang teguh independensi baik dalam independensi infact atau kenyataan maupun independensi penampilan atau independensi appearance.

Beda kesalahan bisnis,audit dan resiko perusahaan yaitu:

1.      Kesalahan bisnis adfalah karena tidak bias bayar utang disebabkan kondisi ekonomi

2.      Kesalahan audit : disebabkan salah memberi opini, Auditor tdk memenuhi stnadar auditor

3.      Resiko Audit L: disebabkan karena sisitem audit untuk menyampaikan hasil secara salah (review) terhadap struktur pengendalian intern perusahaan.

Tujuan utama dari audit adalah memberi opini atas LK yang diperiksa apakah sudah sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku.

Tujuan umum adalah :

a.       Untuk menilai transaksi yang keabsahan angka-angka yang dicantumkan dalam LK apakah angka-angka tersebut sudah sah/telah diuji.

b.      Kelengkapan angka-angka

c.       Kepemilikan angka-angka yang dicantumkan dalam LK milik perusahaan

d.      Penilaian angka-angka yang dicantumkan dinilai sudah pantas

e.       Kalsifikasi angka-angka yang dicantumkan telah pantas

f.        Pisah batas (cut-off) untuk menilai bahwa angka-angka yang ada dineraca angka-angka yang benar ada pada periode akuntansi

g.       Akurasi mekanis yaitu rincian saldo perkiraan dan persyaratan berkaitan dengan disajikan dengan pantas dalam LK.

Hubungan antara assersi manajemen, LK dan kode etik adalah bahwa assersi manajemen merupakan bagian dari criteria yang digunakan oleh manajemen untuk mencatat serta mengungkapkan informasi akuntansi dalam LK. LK tersebut juga harus mencerminkan kode etik sehingga dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat akan kualitas dari LK dan bebas dari kesalahan material.

Tanggung jawab auditor : memberi opini atas penyajian LK sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Tanggung jawab manajemen : menyusun LK yang baik, membuat SPI yang sehat, menyusun LK harus sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Assersi manajemen merupakan penyampaian yang tersirat/dinyatakan dengan jelas oleh manajemen tentang komponen-komponen (rekening-rekening) LK.

Bukti audit : informasi yang digunakan auditor untuk menentukan apakah informasi kuantitatif yang sedang diaudit disajikan dengan criteria yang ditetapkan.

Ada 4 keputusan auditor dalam mengumpulkan bukti audit :

1.      prosedur-prosedur audit apakah yang akan digunakan

2.      ukuran sample sebesar apakah yang akan dipilih untuk prosedur

3.      item-item manakah yang akan dipilih dari populasi

4.      kapankan berbagai prosedur itu akan dilakukan

Prosedur audit adalah rincian instruksi untuk pengumpulan jenis bukti audit yang diperoleh pada suatu waktu tertentu saat berlangsunya proses audit.

Program audit adalah kumpulan dari prosedur-prosedur audit dalam usaha untuk mengumpulkan bagan bukti audit.

Karekteristik bukti audit :

1.      penggunaan audit : : memutuskan apakah LK telah disajikan secara wajar.

2.      sifar bukti yang digunakan : berbagai jenis bukti yang dihasilkan oleh auditor, pihak ke 3 & klien.

3.      pihak-pihak yang mengevaluasi bukti adalah auditor

4.      kepastian berbagai kesimpulan yang diperoleh dari bukti : tingkat keyakinan yang tinggi

5.      sifat kesimpulan yang ditarik : menerbitkan jenis laporan audit dari sejumlah penerbitan laporan alternative audit.

6.      berbagai konsekuensi umum atas ditariknya sejumlah kesimpulan yang salah dari bukti yang terkumpul : para pengguna laporan membuat keputusan-keputusan yang salah dan auditor dapat dituntut.

Jenis-jenis bukti audit :

1.      hasil pemeriksaan fisik : cash opname, stock persediaan barang, stok saham

2.      konfirmasi : hasil penghitungan terhadap surat berharga

3.      dokumentasi : catatat auditor atas berbagai dokumen & catatan klien untuk mensubtansi informasi yang terdapat dalam LK

4.      pengamatan : untuk melihat pelaksanaan kegiatan

5.      Tanya jawab klien

6.      akurasi mekanisme

7.      prosedur analitis

 

 

 

 

 

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: