jump to navigation

Ringkasan Pajak PPh Pasal 21 s.d Pasal 26 Saturday, January 9, 2010

Posted by firman ffirmann in Perpajakan.
trackback

PERPAJAKAN

PPh PASAL 21

OBJEK PAJAK PPh PASAL 21

Menurut  Keputusan Dirjen Pajak No Kep-545/PJ/2000 tanggal 29 Desember 2000, yang dimaksud Objek Pajak Penghasilan pasal 21 adalah penghasilan yang dipotong oleh pemotong pajak untuk dikenakan Pajak Penghasilan Pasal 21. Yang termasuk objek pajak PPh Pasal 21 adalah :

  1. Penghasilan yang diterima atau diperoleh secara teratur oleh wajib pajak berupa gaji, uang pensiun bulanan, upah, honorarium, termasuk honorarium anggota dewan komisaris atau anggota dewan pengawas dari perusahaan, premi bulanan, uang lembur, komisi, gaji istimewa, uang sokongan, uang ganti rugi, tunjangan istri dan/atau tunjangan anak, tunjangan kemahalan, tunjangan jabatan, tunjangan khusus, tunjangan transport, tunjangan berupa pajak, tunjangan iuran pensiun, tunjangan pendidikan anak, beasiswa, premi asuransi yang dibayar pemberi kerja dan penghasilan teratur lainnya dengan nama apapun;
  2. Penghasilan yang diterima atau yang diperoleh secara tidak teratur berupa jasa produksi, tantiem, gratifikasi, tunjangan cuti, tunjangan hari raya termasuk tunjangan tahun baru, bonus, premi tahunan dan penghasilan sejenisnya lainya yang sifatnya tidak tetap;
  3. Upah harian, upah mingguan, upah satuan, dan upah borongan;
  4. Uang tebusan pensiun, uang pesangon, uang Tabungan Hari Tua atau Jaminan Hari Tua (JHT), dan pembayaran lain yang sejenis;
  5. Honorarium, uang saku, hadiah atau penghargaan dengan nama dan dalam bentuk apapun, komisi, beasiswa, dan pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan, jasa dan kegiatan yang dilakukan oleh Wajib Pajak dalam negeri yang terdiri dari:
  • Tenaga ahli yang terdiri dari pengacara, akuntan, arsitek, dokter, konsultan, notaries, penilai dan aktuaris;
  • Pemain musik, pembawa acara, penyanyi, pelawak, bintang film, sutradara, crew film, foto model, pemain drama, penari, pemahat, pelukis dan seniman lainnya;
  • Olahragawan;
  • Penasehat, pengajar, pelatih, penceramah, dan moderator;
  • Pengarang, peneliti, penterjemah;
  • Pemberi jasa dalam bidang teknik, computer dan system aplikasinya, telekomunikasi, elektronika, fotografi dan pemasaran;
  • Kolportir ikan;
  • Pengawas, pengelola proyek, anggota dan pemberi jasa kepada suatu kepanitiaan, peserta sidang atau rapat, dan tenaga lepas lainnya dalam segala bidang kegiatan;
  • Pembawa pesanan atau yang menemukan langganan;
  • Peserta perlombaan;
  • Petugas penjaja barang dagangan;
  • Petugas dinas luar asuransi;
  • Peserta pendidikan, pelatihan dan pemagangan;
  • distributor perusahaan multilevel marketing atau direct selling dan kegiatan sejenis lainnya
  • 6. Gaji, gaji kehormatan, tunjangan-tunjangan lain yang terkait gaji yang diterima oleh pejabat Negara, PNS serta uang pensiun dan tunjangan-tunjangan lain yang sifatnya terkait dengan uang pensiun yang diterima oleh pensiunan termasuk janda atau duda dan atau anak-anaknya;
  • Penerimaan dalam bentuk natural dan kenikmatan lainnya dengan nama apapun yang diberikan oleh bukan Wajib Pajak atau Wajib Pajak yang dikenakan Pajak Penghasilan yang bersifat final dan yang dikenakan Pajak Penghasilan berdasarkan Norma Penghitungan Khusus (deemed profit).

    SUBJEK PAJAK PPh PASAL 21

    Penerimaan penghasilan atau subjek pajak yang dipotong Pajak Penghasilan pasal 21 menurut Keputusan Dirjen Pajak Nomor KEP-545/PJ/2000 adalah:

    • Pejabat Negara yang meliputi: (1) Presiden dan Wakil Presiden, (2) Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota DPR/MPR, DPRD Propinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, (3) Ketua dan Wakil Ketua Badan Pemeriksaan Keuangan, (4) Ketua dan Wakil Ketua, Ketua Muda, dan Hakim Mahkamah Agung, (5) Menteri, Menteri Negara, dan Menteri Muda, (6) Jaksa Agung, (7) Gubernur dan Wakil Gubernur Kepala Daerah Propinsi, (8) Bupati dan Wakil Bupati Daerah Kabupaten, dan (9) Walikota dan Wakil Walikota;
    • Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah PNS-Pusat, PNS-Daerah, dan PNS lainnya yang ditetapkan dengan dengan Peraturan Pemerintah sebagaimana diatur dalam undang-undang Nomor 8 Tahun 1974;
    • Pegawai adalah setiap orang pribadi, yang melakukan pekerjaan berdasarkan suatu perjanjian atau kesepakatan kerja baik tertulis maupun tidak tertulis, termasuk yang melakukan pekerjaan dalam jabatan negeri atau badan usaha milik negara dan badan usaha milik daerah;
    • Pegawai tetap yaitu orang pribadi yang bekerja pada pemberi kerja yang menerima atau memperoleh gaji dalam jumlah tertentu secara berkala, termasuk anggota dewan komisaris dan anggota pengawas yang secara teratur ikut serta melaksanakan kegiatan perusahaan;
    • Pegawai lepas adalah orang pribadi yang bekerja pada pemberi kerja dan hanya menerima upah apabila orang pribadi yang bersangkutan bekerja;
    • Penerimaan pensiun yaitu orang pribadi atau ahli warisnya yang menerima atau memperoleh imbalan untuk pekerjaan yang dilakukan dimasa lalu, termasuk orang pribadi atau ahli warisnya yang menerima Tabungan Hari Tua atau Jaminan Hari Tua;
    • Penerima honorarium yaitu orang pribadi yang menerima atau memperoleh imbalan hubungan dengan jasa, jabatan, atau kegiatan yang dilakukannya;
    • Penerima Upah yaitu orang pribadi yang menerima upah harian, upah mingguan, upah borongan, atau upah satuan;
    • Orang pribadi lainnya yang menerima atau memperoleh penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan dari Pemotong Pajak. Serta orang pribadi lainnya yang menerima atau memperoleh penghasilan sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan dari Pemotongan Pajak.

    2. PPh PASAL 22

    A. PPh PASAL 22 IMPOR

    OBJEK PAJAK PPh PASAL 22 → Kegiatan Impor Barang

    SUBJEK PAJAK PPh PASAL 22 → Importir atau Indentor

    B. PPh PASAL 22 BENDAHARAWAN

    OBJEK PAJAK PPh PASAL 22 → Penjualan Hasil Produksi atau Penyerahan           Barang

    SUBJEK PAJAK PPh PASAL 22 → Rekanan Pemerintah

    3. PPh PASAL 23

    OBJEK PAJAK PPh PASAL 23

    Objek Pajak Penghasilan Pasal 23 yang dikenakan pemotongan adalah:

    • Dividen;
    • Bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang;
    • Royalti;
    • Hadiah dan penghargaan selain yang telah dipotong pajak penghasilan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat (1) huruf e yakni perusahaan, badan, dan penyelenggara kegiatan yang melakukan pembayaran sehubungan dengan pelaksanaan suatu kegiatan. Perbedaanya adalah Hadiah dan penghargaan yang dipotong Pajak Penghasilan Pasal 21 adalah hadiah dan penghargaan dalam bentuk apapun yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri berkenaan dengan suatu kegiatan lainnya. Sedangkan Pajak Penghasilan pasal 23 dikenakan pada hadiah dan penghargaan dalam bentuk apapun yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak badan dalam negeri berkenaan dengan suatu kegiatan yang diselenggarakan;
    • Bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi;
    • Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta, kecuali sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan persewaan tanah dan/atau bangunan yang telah dikenakan PPh menurut PP Nomor 29 Tahun 1996;
    • Imbalan sehubungan dengan jasa teknik, jasa manajemen, jasa kontruksi, jasa konsultan, dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong Pajak Penghasilan Pasal 21;

    Yang dimaksud dengan jasa teknik adalah pemberian jasa dalam bentuk pemberian informasi yang berkenaan dengan pengalaman dalam bidang industri, perdagangan dan ilmu pengetahuan yang meliputi suatu proyek tertentu, membuat suatu jenis produk tertentu, dan dapat juga dalam bentuk informasi yang berkenaan dengan pengalaman di bidang manajemen.

    Sedangkan yang dimaksud dengan jasa manajemen adalah pemberian jasa dengan ikut serta secara langsung dalam pelaksanaan manajemen dengan mendapatkan balas jasa berupa imbalan manajemen (management fee). Jika tidak ikut secara langsung, maka kriterianya apabila masih dalam ruang lingkup perdagangan termasuk jasa teknik, dan jasa biasa.

    Jenis-jenis jasa lain seperti tercantum dalam Pasal 23 ayat (1) huruf c UU Nomor 17 Tahun 2000, Keputusan Direktur Jenderal Pajak nomor Kep-305/PJ/2001 tentang Perkiraan Penghasilan Neto yang digunakan sebagai dasar pemotongan pajak penghasilan dan jenis jasa lain yang atas imbalannya dipotong pajak penghasilan berdasarkan pasal 23 adalah sebagai berikut:

    • Jasa perancang interior dan jasa perancang pertamanan;
    • Jasa akuntansi dan pembukuan;
    • Jasa pembasmian hama dan jasa pembersihan;
    • Jasa penebangan hutan;
    • Jasa pengeboran di bidang penambangan migas kecuali yang dilakukan oleh bentuk usaha tetap;
    • Jasa penunjang di bidang penambangan migas;
    • Jasa penambangan dan Jasa penunjang di bidang penambangan selain migas;
    • Jasa perantara;
    • Jasa aktuaris;
    • Jasa pengisian sulih suara (dubbing) dan/atau mixing film;
    • Jasa penilai;
    • Jasa selain yang disebut di atas yang pembayarannya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, kecuali jasa konstruksi dan jasa konsultan yang telah dikenakan pajak bersifat final sebagaimana dimaksud dalam PP Nomor 73 Tahun 1996, yang dilakukan oleh Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap, selain yang telah dipotong PPh Pasal 21.

    SUBJEK PAJAK PPh PASAL 23

    1. Badan pemerintahan, Wajib Pajak BAdan dalam negeri, penyelenggara kegiatan, Bentuk Usaha Tetap (BUT), dan perwakilan perusahaan luar negeri di Indonesia.
    2. Wajib Pajak orang pribadi; Akuntan, arsitek, dokter, notaries, PPAT (kecuali camat PPAT), pengacara dan konsultan yang melakukan pekerja bebas.

    4. PPh PASAL 26

    OBJEK PAJAK PPh PASAL 26

    Yang menjadi objek pajak penghasilan pasal 26 adalah semua penghasilan yang diterima atau diperoleh oleh Wajib Pajak Luar Negeri dengan nama dan dalam bentuk apapun, yang meliputi:

    • Dividen
    • Bunga, termasuk premium, diskonto, dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang;
    • Royalty, sewa, dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta;
    • Imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan, dan kegiatan;
    • Hadiah dan penghargaan;
    • Pensiun dan pembayaran berkala lainnya.

    Selain berbagai jenis penghasilan di atas, yang juga termasuk objek pajak PPh Pasal 26 adalah sebagai berikut:

    • Penghasilan dari penjualan harta di Indonesia;
    • Premi asuransi dan premi reasuransi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi di luar negeri;
    • Penghasilan Kena Pajak suatu BUT yang sudah dikurangi dengan pajak, kecuali ditanamkan kembali di Indonesia, maka tidak dipotong PPh Pasal 26.

    SUBJEK PAJAK PPh PASAL 26

    1. Pemerintahan, wajib pajak dalam negeri atau bentuk badan usaha tetap.
    2. Wajib Pajak luara negeri, pemberi jasa teknik, manajemen dan konsultasi yang dilakukan di Indonesia.

    5. PPh FINAL

    OBJEK PAJAK PPh FINAL

    1. Persewaan tanah dan/atau bangunan.
    2. hadiah undian
    3. pengalihan hak atas tanah dan / atau bangunan
    4. bunga deposito / tabungan / diskonto SBI
    5. taransaksi saham dibursa efek
    6. bunga / diskonto obligasi yang diperdagangkan dibursa efek
    7. jasa kontruksi oleh kontraktor pengusaha kecil
    8. jasa pelayaran dan / atau penerbangan luar negeri
    1. jasa pelayaran dalam negeri
    2. kantor perwakilan dagang asing
    3. jasa maklon internasional mainan anak-anak
    4. bangun guna serah (built, operate and transfer).

    SUBJEK PAJAL PPh FINAL

    1. wajib pajak orang pribadi maupun badan usaha
    2. akuntan, arsitek, dokter, PPAT (keculi camat PPAT), pengacara dan konsultan yang melakukan pekerjaan bebas
    3. orang pribadi yang menjalankan usaha yang menyelenggarakan pembukuan
    4. wajib pajak luar negeri, badan usaha tetap, wajib pajak pelayaran dan / atau penerbangan luar negeri

    

    About these ads

    Comments»

    1. jordan - Sunday, November 14, 2010

    numpang share gan!!

    2. GIU HILARIUS - Sunday, March 27, 2011

    TERIMA KASIH DENGAN ADANYA TEMAN-TEMAN YANG MELUANGKAN WAKTU UNTUK MENULIS TENTANG PAJAK SANGAT MEMBANTU KAMI YANG SELALU MAU MEMPELAJARI PAJAK. TANPA MENGERTI PAJAK ORANG TAK AKAN SADAR PAJAK KARENA YANG MENGERTI SAJA PURA-PURA TIDAK MENGERTI UNTUK PENGHINDARAN PAJAK. MUDAH-MUDAHAN KE DEPAN PAJAK SEMMAKIN JAYA. GAYUS….TINGGAL GAYUS. NEGARA INI ADA DI PUNDAK GENERASI MUDA YANG MAU MENGERTI PAJAK

    3. GIU HILARIUS - Sunday, March 27, 2011

    TERIMA KASIH DENGAN ADANYA TEMAN-TEMAN YANG MELUANGKAN WAKTU UNTUK MENULIS TENTANG PAJAK SANGAT MEMBANTU KAMI YANG SELALU MAU MEMPELAJARI PAJAK. TANPA MENGERTI PAJAK ORANG TAK AKAN SADAR PAJAK KARENA YANG MENGERTI SAJA PUTRA-PTURA TIDAK MENGERTI UNTUK PENGHINDARAN PAJAK. MUDAH-MUDAHAN KE DEPAN PAJAK SEMMAKIN JAYA. GAYUS….TINGGAL GAYUS. NEGARA INI ADA DI PUNDAK GENERASI MUDA YANG MAU MENGERTI PAJAK

    4. awam - Saturday, May 7, 2011

    mas kebetulan saya bekerja di pemerintahan..bisa ga diulas misalnya kantor saya membeli atk dibawah/diatas 1 juta..kira2 kena pajak berapa persen dan jenis pajaknya (apa 21,22,23..maaf klo ada yg salah krena saya awam tentang pajak)kemudian misal kantor kami mengadakan kegiatan full board di luar kota,konsumsinya dikenakan pajak berapa persen?trus pengadaan komputer dikenakan berapa persen?tks

    5. ismail - Friday, November 4, 2011

    Bagus untuk penjelasannnya.. terima kasih.
    untuk cara perhitungan nya.. mohon ditampilkan untuk Lap. Fiskal nya..

    6. asril - Thursday, December 1, 2011

    hehehehe penjelasan buat pasal 24, 25, 27, 28, 29 gimana?? ane dapat tugas gan??

    7. indah - Tuesday, July 10, 2012

    24-25 donk

    8. Rima Victory Siar (@VhiCl0v3rz_89) - Tuesday, October 2, 2012

    Makasih buat ringkasan-nya. tinggal di print dech!! thank’s. GBU

    9. beny kls 2 smp - Thursday, May 16, 2013

    makasih ka ~~


    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Join 559 other followers

    %d bloggers like this: